Jumat, 28 Oktober 2011

BENTUK BENTUK HUBUNGAN SOSIAL


Pengertian Hubungan Sosial ialah hubungan yang dinamis yang menyangkut hubungan antarindividu, antarkelompok, dan antar orang dengan kelompok.
Manusia dalam memenuhi kebutuhannya selalu saling berinteraksi dan berhubungan sehingga akan tumbuh proses sosial. Hubungan sosial merupakan hubungan yang terwujud antara individu dengan individu, individu dengan kelompok dan kelompok dengan kelompok sebagai akibat dari hasil interaksi di antara mereka. Hubungan sosial dapat dilihat dari aspek tingkah laku, seperti cara berkomunikasi maupun emosi atau perasaan yang muncul saat berinteraksi. Emosi atau perasaan itu dapat berupa rasa kasih syang, tolong menolong, hingga pemahaman terhadap perasaan orang lain.

Hubungan social meamiliki cakupan yang lebih luas dari interaksi social. Interaksi social dapat terjadi jika dipenuhi dua syarat utama yaitu adanya kontak social dan komunikasi secara langsung. Misalnya dalam pemberian bantuan untuk korban bencana di daerah lain kita tidak harus bertemu dengan korban dan mengenalnya secara langsung. Kita dapat mengetahui keadaan korban beaancana lewat televisi ataupun media massa lainnya, namun secara emosional hati kita tergerak untuk membantu mereka.

Bentuk – bentuk hubungan sosial dapat digolongkan menurut stasus, menurut tingkat, menurut waktu, dan menurut kepentingan.

1.      Menurut Status
Bentuk hubungan social menurut status dapat dibedakan atas :
a.       Hubungan Tertutup
Yaitu hubungan social yang terjadi dalam satu golongan social tertentu saja.
Contoh : Golongan Bangsawan, Golongan Kasta
b.      Hubungan terbuka
Yaitu hubungan social yang disebabkan oleh perbedaan status di masyarakat, bukan oleh kelompok social.
Contoh : Guru dengan Siswa

2.      Menurut Tingkat
Bentuk hubungan sosial menurut tingkat dapat dibedakan atas :
 a.    Hubungan sosial Horizontal
        Yaitu hubungan sosial antara individu atau kelompok yang sederajat yang saling berkepentingan atau memiliki kepentingan yang sama.
            Contoh : Guru dengan Guru
b.        Hubungan sosial Vertical
Yaitu bentuk hubungan sosial yang didasarkan pada perbedaan kedudukan.
    Contoh : Guru dengan Siswa

3.      Menurut Waktu
Bentuk hubungan sosial menurut waktu dapat dibedakan atas :
a.       Hubungan temporer
Yaitu bentuk hubungan sosial yang sifatnya sementara atau dalam waktu tertentu.
b.      Hubungan permanent
Yaitu bentuk hubungan sosial yang sifatnya lama, bahkan seumur hidup.

4.      Menurut Kepentingan
Bentuk hubungan sosial menurut kepentingan dapat dibedakan atas :
a.       Hubungan sosial primer
Yaitu hubungan sosial yang bersifat pribadi. Hubungan pribadi tersebut melekat pada kepribadian seseorang, dan tidak dapat diganti oleh orang lain. Hubungan sosial primer yang masih murni dapat dijumpai pada masyarakat desa yang belum banyak menerima pengaruh dari luar. Hubungan sesama warga merupakan kesatuan setiap individu yang saling kenal satu dengan yang lain secara baik. Sebagaimana yang dikenal dengan istilah paguyuban ( gemainscaft ), yaitu satu kesatuan sosial yang diikat oleh hubungan batin yang murni dari setiap anggotanya, bersifat alamiah dan kekal.
Contoh : Hubungan kakak dengan adik
b.      Hubungan sosial sekunder
Yaitu hubungan sosial yang bersifat formal ( resmi ) impersonal ( tidak bersifat pribadi ), dan segmental ( terpisah-pisah ) yang didasarkan pada asas manfaat. Hubungan sosial sekunder terbentuk atas kehendak karena adanya tujuan-tujuan tertentu. Hubungan masyarakat sosial seperti ini disebut patembayan ( gasellschaft ). Patembayan yaitu suatu system sosial yang terbentuk atas kehendak yag didasarkan adanya persamaan kepentingan tujuan.
Contoh : Hajat pada Kota memberi upah

FAKTOR PENDORONG DAN FAKTOR PENGHAMBAT HUBUNGAN SOSIAL

     Hubungan sosial yang terjadi dalam masyarakat disebabkan oleh berbagai factor. Faktor factor pendorong terjadinya hubungan sosial dalam suatu masyarakat tersebut antara lain sebagai berikut:
1.      Kesamaan asal ( daerah ) atau bahasa
Orang-orang yang berasal dari suatu daerah atau bahasa yang sama akan menjadipendorong individu-individu melakukan hubungan sosial
2.      Kesamaan agama
Kesamaan agama mendorong masyarakat melakukan hubungan sosial, walaupun diantara mereka terdapat perbedaan dari segi etnisa bahasa, bahkan tempat tinggal yang jauh sekalipun.
3.      Hubungan keluarga
Adanya hubungan keluarga mengharuskan orang-orang yang memiliki ikatan keluarga melakukan hubungan sosial
4.      Hubungan kerja
Adanya hubungan kerja menyebabkan timbulnya hubungan sosial di antara individu-individu yang memiliki hubungan kerja
5.      Kesamaan Ideologi
Adanya kesamaan ideology yang terdapat di dalam masyarakat membentuk hubungan sosial yang diwujudkan dalam sebuah organisasi.
6.      Kesamaan kepentingan
Setiap individu atau masyarakat yang memiliki kesamaan kepentingan akan melakukan hubungan sosial untuk mempermudah mencapai tujuannya
7.      Kesamaan tempat tinggal
Orang-orang yang berada pada domisili ( tempat tinggal ) yang sama mealakukan hubungan sosial karena sesame tetangga atau satu kampong atau satu desa.
8.      Saling membutuhkan
Adanya keperluan yang saling membutuhkan mendorong individu atau masyarakat melakukan hubungan sosial.
9.      Faktor Sosial
10.  Faktor Ekonomi
11.  Faktor Pendidikan

Faktor-faktor penghambat terjadinya hubungan sosial dalam masyarakat dapat disebabkan ole h berbagai faktor. Berikut ini adalah faktor-faktor yang menghambat terjadinya hubungan sosial.
1.  Hambatan sosiologis
Hambatan sosiologis terjadi karena adanya perbedaan golongan pada masyarakat yang dapat berupa perbedaan sosial, agama, ideology, tingkat pendidikan, tingkat kekayaan dan sebagainya. Misalnya orang yang miskin akan merasa kesulitan untuk melakukan hubungan sosial yang harmonis dengan orang yang kaya.
2.  Hambatan antropologis
Hambatan antropologis terutama terjadi karena perbedaan ras, kebudayaan, dan bahasa.
3.  Hambatan psikologis
Hambatan ppsikologis disebabkan karena kita kurang mengenal aspek psikologis / kondisi kejiwaan dari orang lain. Hubungan sosial akan sulit tercipta jika kondisi psikologis orang tersebut sedang terganggu, misalnya sedih, marah, kecewa, bingung, merasa iri hati, dan lain sebagainya.
4.Hambatan ekologis
Hambatan ekologis terjadi karena gangguan lingkungan terhadap proses berlangsungnya hubungan sosial. Misalnya kondisi cuaca, letak geografis suatu daerah, kondisi lingkungan dan sebagainya.



DAMPAK HUBUNGAN SOSIAL

            Hubungan sosial yang terjadi dalam masyarakat dapat menimbulkan dampak pada masyarakat itu sendiri, baik yang sifatnya positif maupun negative. Hubungan sosial juga menimbulkan dampak secara umum.

Dampak positif hubungan sosial antara lain adalah:
  1. Terjadi kerjasama antar warga, sehingga terbentuk masyarakat yang rukun.
  2. Terbentuk kelompok atau golongan di masyarakat yang didasarkan berbagai kepentingan dan tujuan.
  3. Membentuk kebutuhan masyarakat dan mendorong masyarakat untuk saling mengisi kebutuhan masing-masing.
  4. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
  5. Mendorong terwujudnya demokrasi.
  6. Memunculkan adanya pembagian kerja di masyarakat.
  7. Mempererat persahabatan di antara masyarakat.
  8. Mendorong masyarakat berpikir maju.

Dampak negative hubungan sosial antara lain:
  1. Dapat menimbulkan terjadinya ketegangan dan pertengkaran sosial, perbedaan pendapat yang tidak dapat diselesaikan.
  2. Dapat menimbulkan persaingan yang tidak sehat.
  3. Dapat memunculkan sikap otoriter (kekuasaan).

Dampak hubungan sosial secara umum antara lain:
1. Mendorong proses internalisasi
Hubungan sosial akan membantu proses internalisasi dalam diri individu maupun kelompok. Proses internalisasi merupakan proses yang berlangsung sepanjang hidup individu mulai saat dilahirkan hingga akhir hayatnya yang terus belajar untuk meengolah segala perasaan, hasrat, dan emosi yang kemudian akan membentuk kepribadiannya.
2. Mempermudah proses sosialisasi
Proses sosialisasi dapat berlangsung dengan mudah sebagai akibat dari adanya hubungan sosial dalam lingkungan keluarga dan masyarakat. Proses sosialisasi merupakan proses belajar seorang individu maupun anggota masyarakat untuk mengenal dan menghayati kebudayaan masyarakat dan lingkungannya.
3. Mempermudah proses enkulturasi
Hubungan sosial dapat mempermudah terjadinya proses inkulturasi dalam masyarakat yang bersangkutan. Proses inkulturasi merupakan proses belajar dan menyesuaikan alam pikiran serta sikap terhadap adat, system norma, serta semua peraturan yang terdapat dalam kebudayaan seseorang.
4. Terjadi difusi atau penyebaran manusia
Hubungan sosial lambat laun dapat menyebabkan terjadinya proses difusi atau penyebaran manusia ke seluruh dunia.
5. Terjadinya akulturasi
Proses akulturasi dapat terjadi akibat adanya hubungan sosial dalam masyarakat. Proses akulturasi merupakan percampuran dua kebudayaan atau unit yang saling bertemu dan saling mempengaruhi, namun tidak menyebabkan hilangnya kepribadian dari masing-masing kebudayaan tersebut.
6. Terjadinya asimilasi
Hubungan sosial yang berlangsung dalam suatu masyarakat dapat mengakibatkan terjadinya asimilasi dalam masyarakat tersebut. Asimilasi merupakan suatu proses yang terjadi pada berbagai golongan manusia dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda setelah mereka bergaul secara intensif, sehingga sifat khas dari unsur-unsur kebudayaan masing-masing berubah menjadi unsure-unsur kebudayaan campuran. Biasanya golongan minoritas akan menyesuaikan diri dengan golongan mayoritas.
7. Mendorong inovasi (pembaruan)
Masyarakat modern yang melakukan hubungan sosial dengan masyarakat tradisional akan membawa inovasi-inovasi kepada masyarakat yang masih tradisional dan kurang maju. Inovasi merupakan proses pembaruan dari penggunaan sumber-sumber alam energi, dan modal, serta penataan kembali dari tenaga kerja dan penggunaan teknologi baru, sehingga tercipta suatu system produksi atau produk-produk baru.
8. Menciptakan konflik
Konflik dapat terjadi pada hubungan sosial karena adanya berbagai perbedaan. Konflik merupakan proses sosial antara dua orang atau dua kelompok atau lebih dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain.

Karena Dirimu

            Siang yang panas dan tidak seperti biasanya. Aku meraskan akan ada sesuatu yang berbeda. Aku berjalan dengan bimbang. Ku tak tahu apa yang sedang kubimbangkan. Ku berjalan dengan tatapan kosong. Keringatku mengucur deras.
            Tapi saat ku bertemu dirimu dijalan merasakan sejuk menggantikan panas dan membuat diriku tak bimbang lagi. Ku merasakan ada sesuatu yang berbeda yang kurasakan terhadapmu. Rasa yang membingungkanku namun juga menentramkanku. Ku membatu dan terpaku melihat wajahmu. Matamu yang indah. Itu yang teristimewa yang kau miliki.
            Setelah saat itu, diriku terus memikirkan apa yang sedang kurasakan sebenarnya terhadapmu. Sempat tersirat dibenakku dan bertanya, “Apakah ku sedang mencinta ?” Namun ku menganggap hal itu hanya hayalku yang terlintas di pikirku dan hilang begitu saja.
            Namun, ternyata kusalah. Setelah ku melihat wajahmu tuk yang kedua kalinya, kumerasakan hal itu kembali dan tak berhenti tuk memikirkan wajahmu. Semakin lama ku merasakan rasa itu yang membuatku bingung setengah mati memikirkan hal itu.
            Saat kesepian menghampiriku, diriku tak dapat melakukan hal yang biasa kulakukan dengan benar. Akhirnya ku percaya bahwa rasa yang membuatku selalu mengingatmu, mendambamu, dan merindukanmu adalah rasa cintaku padamu.
            Maaf bila ku tak dapat mengartikan cinta ini. Namun, kupercaya bahwa cintaku ini tulus dari lubuk hatiku yang paling dalam. Diriku sulit mengerti cinta ini karna diriku tak pernah merasakan hal yang begitu indah dalam hidupku ini, yaitu dapat mencintai seseorang sepenuh hati sejak diriku melihat wajah indah yang kau miliki.
            Ku hanya ingin dirimu tahu bahwa diriku mencintaimu sepenuh dan sedalam hatiku. Kau adalah cinta pertamaku. Mungkin dirimu tak mencintaiku, namun ku hanya ingin dirimu tahu tentang apa yang kurasakan terhadapmu.
            Diriku tak terlalu berharap dirimu kan menjadi milikku. Bukan diri ini tak mencintaimu setulusnya ataupun munafik, tapi karena mungkin kau mencintai diri yang lain. Diriku kan tetap bahagia meski dirimu tak menjadi milikku asalkan dirimu juga bahagia dengan diri yang lain.
            Karena ku tahu diri ini tak pantas untuk memiliki dirimu yang terlalu indah tuk kumiliki. Karena kau begitu sempurna, dimataku kau begitu indah. Kau membuat diriku akan slalu memujamu. Tak ada yang sepertimu dalam hidupku dan ku kan slalu mengingat betapa cantik dirimu. 

Untuk Dirimu

Memang tak dapat diduga…
Memang tak dapat dipercaya…
Memang itulah cinta…

Belum pernah kurasakan sebelumnya…
Rasa yang membuatku berrtanya…
Apakah yang kurasakan ini…
Apakah cinta…

Ternyata ku tlah mencinta…
Cinta yang dalam kepadamu…
Cinta pada pandangan pertama…
Yang tak pernah kuduga…

Betapa bahagia hatiku…
Melihat seorang bidadari…
Dengan senyum yang indah…
Yang tak pernah kulihat sebelumnya…

Betapa dalam cinta yang kurasa…
Sampai ku tak dapat melupkannya…
Setiap detik ku mengingatnya…


Tapi kau adalah miliknya…
Kucoba melupankanmu…

Mungkin kudapat melupakanmu…
Namun hanya untuk sementara…

Sekarang cinta yang kupendam…
Tak dapat lagi kutahan…
Betapa sakit rasa ini…
Saat kucoba melupakannya lagi…

Ku tahu…
Aku bukanlah orang yang sempurna…
Bukanlah orang yang lebih darimu…
Bukanlah orang yang kau harapkan…

Ku tahu…
Mungkin kau tak dapat menerimaku…
Sebagai pemilik hatimu…

Tapi…
Ku hanya ingin kau tahu..
Ku mencintaimu…
Dari kurang ataupun lebihmu…
Tak peduli…
Kau menolakku…
Karena ku tahu…
Ku bukanlah orangnya…

Tapi ku tlah merasakan…
Cinta yang sebenarnya…
Cinta yang dalam kepadamu…

Mungkin dengan kau tahu…
Bahwa ku mencintaimu…
Hati kecilku akan menyerah…

Kau Satu-satunya…
Pemilik hatiku…

I CAN LOVE ANY ELSE…

Sepucuk Surat Untukmu


Dear Heaven’s Angle

Memang ku tlah merasaknnya sejak pertama kali melihatmu. Aku tak tau apa yang sedang kurasakan ini. Aku tak pernah merasakan sebelumnya. Rasa yang cukup membingungkanku.
Mungkin ku tak perlu berbelit-belit lagi. Ku hanya ingin mengatakan bahwa ku merasakan hal yang special. Mungkin ini memang rasa cinta yang kurasakan untuk pertama kalinya dalam hidupku. Rasa cinta yang kurasakan terhadapmu.
Kuyakin ini memang rasa cinta setelah kurasakan bayangmu yang selalu ada dalam setiap waktuku. Dan sulit ku tuk melupakannya. Bahkan sakit saat kucoba memendam rasa cinta ini kepadamu.
Ku tak terlalu berharap kau menerima cintaku karena ku tahu kau mungkin masih mencintainya. Ku tahu ku bukan orang yang kau harapkan untuk mengisi hatimu. Ku tahu ku bukan apa-apa bagimu dibandingkan dengan dirinya. Ku tak ingin menggangu hubunganmu dengan dirinya.
Ku hanya ingin mengatakan kalau ku mencintaimu sepenuh katiku sejak pertama ku bertemu denganmu. Namun ku masih berharap kau mengerti tentang hal ini.
Ku ingin kau membalas pesan yang kukirim ini dengan apapun keputusanmu. Tapi bila kau memang tak bisa. Ku harap kau melupakan semua yang telah kukatakan ini setelah membalas pesanku ini. Dan kau tetap menjadi temanku seperti sebelumnya. Jangan memandangku seperti hal lain saat ku bertemu denganmu.
Tetaplah menganggapku sebagai temanmu seperti sebelum ini. Bila kau tak dapat menerimanya. Bila kau dapat melakukannya pasti ku juga dapat melupakan hal ini. Meski harus ku memaksa hati kecilku tuk melupakanmu. Ku kan mencari penggantimu meski ku tahu tak ada yang lain yang sepertimu dalam hidupku.
Ku tak akan heran bila kau tak dapat menerimaku. Karena kau terlalu indah tuk menjadi milikku. Mungkin kau tak menjadi milikku tapi ingatlah kau kan slalu menjadi pemilik hatiku.
Maaf bila ada kata-kata ataupun persepsiku yang salah terhadapmu karena akupun bukan manusia yang sempurna.
Namun ku masih berharap kau kan menjadi milikku. Ku kan terus berharap hingga akhir hayatku agar kau menjadi milikku dan dapat mencintaiku sepenuh hatimu meski ku harus menunggu tuk waktu yang lama.
Kau kan selalu ada dalam hati kecilku selamanya. Ku tak ingin kau menjadi milikku bila engkau tak mencintaiku setulus hatimu.

Someone Loves You