Jumat, 28 Oktober 2011

Karena Dirimu

            Siang yang panas dan tidak seperti biasanya. Aku meraskan akan ada sesuatu yang berbeda. Aku berjalan dengan bimbang. Ku tak tahu apa yang sedang kubimbangkan. Ku berjalan dengan tatapan kosong. Keringatku mengucur deras.
            Tapi saat ku bertemu dirimu dijalan merasakan sejuk menggantikan panas dan membuat diriku tak bimbang lagi. Ku merasakan ada sesuatu yang berbeda yang kurasakan terhadapmu. Rasa yang membingungkanku namun juga menentramkanku. Ku membatu dan terpaku melihat wajahmu. Matamu yang indah. Itu yang teristimewa yang kau miliki.
            Setelah saat itu, diriku terus memikirkan apa yang sedang kurasakan sebenarnya terhadapmu. Sempat tersirat dibenakku dan bertanya, “Apakah ku sedang mencinta ?” Namun ku menganggap hal itu hanya hayalku yang terlintas di pikirku dan hilang begitu saja.
            Namun, ternyata kusalah. Setelah ku melihat wajahmu tuk yang kedua kalinya, kumerasakan hal itu kembali dan tak berhenti tuk memikirkan wajahmu. Semakin lama ku merasakan rasa itu yang membuatku bingung setengah mati memikirkan hal itu.
            Saat kesepian menghampiriku, diriku tak dapat melakukan hal yang biasa kulakukan dengan benar. Akhirnya ku percaya bahwa rasa yang membuatku selalu mengingatmu, mendambamu, dan merindukanmu adalah rasa cintaku padamu.
            Maaf bila ku tak dapat mengartikan cinta ini. Namun, kupercaya bahwa cintaku ini tulus dari lubuk hatiku yang paling dalam. Diriku sulit mengerti cinta ini karna diriku tak pernah merasakan hal yang begitu indah dalam hidupku ini, yaitu dapat mencintai seseorang sepenuh hati sejak diriku melihat wajah indah yang kau miliki.
            Ku hanya ingin dirimu tahu bahwa diriku mencintaimu sepenuh dan sedalam hatiku. Kau adalah cinta pertamaku. Mungkin dirimu tak mencintaiku, namun ku hanya ingin dirimu tahu tentang apa yang kurasakan terhadapmu.
            Diriku tak terlalu berharap dirimu kan menjadi milikku. Bukan diri ini tak mencintaimu setulusnya ataupun munafik, tapi karena mungkin kau mencintai diri yang lain. Diriku kan tetap bahagia meski dirimu tak menjadi milikku asalkan dirimu juga bahagia dengan diri yang lain.
            Karena ku tahu diri ini tak pantas untuk memiliki dirimu yang terlalu indah tuk kumiliki. Karena kau begitu sempurna, dimataku kau begitu indah. Kau membuat diriku akan slalu memujamu. Tak ada yang sepertimu dalam hidupku dan ku kan slalu mengingat betapa cantik dirimu. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar